Pengutipan

Penulisan Kutipan

A. Kutipan Langsung:

1. Kutipan langsung adalah kutipan yang sama persis dengan sumber 
aslinya baik susunan kata, kalimat maupun tanda bacanya.

2. Kutipan langsung hanya untuk hal-hal penting seperti definisi atau 
pendapat seseorang yang khas.

3. Kutipan langsung yang kurang dari empat baris dimasukkan ke dalam 
teks, diawali dan diakhiri dengan tanda petik ( “ ).

4. Kutipan langsung yang lebih dari empat baris ditulis tanpa tanda petik 
dengan satu spasi, rata menjorok ke dalam 1 cm.

5. Kutipan langsung tidak boleh lebih dari satu halaman pada setiap 
halaman.

6. Apabila pengutip memandang perlu untuk menghilangkan beberapa 
bagian kalimat, maka pada bagian itu diberi titik tiga kali ( … ).

7. Kutipan terjemah ayat al-Qur’an maupun hadis termasuk kutipan 
langsung meskipun kurang dari empat baris ditulis persis seperti teks 
dalam al-Qur’an dan Terjemahnya tanpa menulis kata “artinya”.

8. Terjemah ayat al-Qur’an yang dikutip bersama dengan teks ayatnya 
ditulis di bawahnya dan dianggap sama dengan kutipan langsung yang 
lebih dari empat baris.

Kutipan tidak langsung 

1. Kutipan tidak langsung adalah kutipan yang tidak sama persis dengan 
aslinya. Pengutip hanya mengambil pokok pikiran dari sumber yang 
dikutip dalam kalimat yang disusun sendiri oleh pengutip. Kutipan 
tersebut ditulis dengan spasi 1,5 atau 2 sama seperti teks skripsi biasa.

2. Kutipan tafsir atau hadis harus bersumber dari kitab asli (primer).

3. Kutipan yang berasal dari ilmuwan harus bersumber dari literatur yang 
dapat dipertanggungjawabkan seperti buku, jurnal ilmiah, majalah, surat 
kabar, webasite/internet, dan sebagainya.

4. Semua kutipan harus ditunjukkan sumbernya baik dengan model 
footnote (catatan kaki).


PENULISAN SUMBER KUTIPAN

Model penulisan sumber kutipan dapat mengikuti gaya Chicago yakni catatan 
kaki (footnote). Penulisan sumber kutipan dan daftar pustaka harus satu model.
Adapun ketentuan penulisan catatan kaki sebagai berikut:

A. Penulisan Nama

1. Nama pengarang yang disebut dalam uraian ditulis nama lengkap.

2. Nama pengarang terdiri atas dua penggal nama yang dihubungkan dengan 
tanda penghubung harus ditulis lengkap.

3. Jika pengarang terdiri atas dua orang, kedua nama pengarang harus 
dicantumkan.

4. Pengarang yang terdiri atas tiga orang atau lebih, yang dicantumkan hanya 
nama pengarang pertama, sedangkan bagi nama-nama lain digantikan 
dengan singkatan ”dkk.” atau ”et.al”.

5. Penunjukkan kepada sebuah kumpulan (bunga rampai, antologi), ditambah 
dengan ”(ed.)” dibelakang nama penyunting (editor) atau penyunting utama (jika penyuntingnya lebih dari satu orang).

6. Setiap bagian tulisan (artikel) yang tercantum nama penulisnya, nama 
penulis tersebut harus dituliskan.

7. Jika tidak ada nama pengarang atau editor, catatan kaki dimulai dengan kata 
anonim, tanpa nama kota penerbit dengan t.k., tanpa nama penerbit dengan 
t.p., tanpa tahun terbit dengan t.t. 

8. Jika nama diikuti dengan singkatan, singkatan tersebut harus dicantumkan 
sebagai bagian yang tak terpisahkan dari nama tersebut.

9. Gelar tidak ditulis.

B. Penulisan Judul

1. Judul buku, jurnal, majalah, koran, nama penelitian, ensiklopedi, website, 
atau CD/DVD ditulis apa adanya dengan ditulis miring.

2. Judul artikel dalam jurnal, seminar, website, CD/DVD, ditulis dalam tanda 
kutip.

3. Sesudah catatan kaki pertama, pada penyebutan kedua dan seterusnya atas 
sumber yang sama cukup menyebutkan nama, potongan judul, jilid (cukup 
dengan huruf romawi besar), dan halaman. Istilah Ibid., Op.Cit dan Loc.Cit
tidak digunakan.
Contoh 
M. Quraish Shihab, Tafsir al-Mishbāĥ: Pesan Kesan dan Keserasian al-
Qur’an, Jakarta: Lentera Hati, 2002, II, hlm.22.
M. Quraish, Tafsir al- Mishbāĥ, VII, hlm. 63.

4. Judul yang dikutip berupa terjemahan, nama penerjemah ditulis setelah 
nama judul dengan didahului oleh kata “terj.” atau “trans.”

C. Penulisan Tempat, Nama, dan Tahun Penerbitan

1. Tempat, nama, dan tahun penerbitan sebuah buku dicantumkan pada 
penyebutan sumber pertama, sedangkan penyebutan sumber berikutnya 
tidak perlu disebutkan.

2. Penulisan ketiga unsur tersebut diletakkan dalam tanda kurung. Antara 
tempat dan nama penerbit dipisahkan dengan tanda ”titik dua,” sedangkan 
antara penerbit dan tahun penerbitan dipisahkan dengan tanda koma. 
Contoh (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2011).

3. Jika tidak ada nama kota penerbit, nama penerbit dan tahun penerbitan, 
maka diganti dengan t.k. singkatan dari tanpa kota penerbit, t.p. singkatan 
dari tanpa nama penerbit dan t.t. singkatan dari tanpa tahun penerbitan.

4. Data publikasi sebuah majalah tidak perlu memuat nama penerbit, tapi harus 
mencantumkan nomor edisi, tanggal, bulan, tahun publikasi, dan nomor 
halaman.

5. Data publikasi sebuah koran tidak perlu memuat nama penerbit, tapi harus 
mencantumkan tanggal, bulan, tahun publikasi, dan nomor halaman.

D. Jilid dan Nomor Halaman

1. Untuk buku yang terdiri atas satu jilid, cukup menuliskan nomor halamannya 
yang disingkat hlm.

2. Jika sebuah buku terdiri atas beberapa jilid, harus dicantumkan nomor jilid 
dengan angka Romawi, sedangkan nomor halaman dengan angka Arab.

E. Karya yang dikutip dari makalah yang disajikan dalam seminar, lokakarya atau 
penataran, nama penulis ditulis paling depan, dilanjutkan dengan judul makalah 
ditulis tegak dalam tanda kutip, diikuti nama seminar atau lokakarya atau 
penataran, tempat penyelenggaraan, lembaga penyelenggara, tanggal, bulan, 
dan tahunnya.

F. Karya yang dikutip berasal dari internet berupa karya individual, nama penulis 
diletakkan paling depan, dilanjutkan dengan judul yang ditulis tegak dalam 
tanda kutip, diikuti dengan alamat sumber rujukan yang ditulis miring, diikuti 
dengan tanggal, bulan, tahun, dan jam kapan diakses.

G. Karya yang dikutip berasal dari internet berupa bahan diskusi, maka nama 
penulis diletakkan paling depan, diikuti nama bahan diskusi ditulis tegak dalam 
tanda kutip, diikuti dengan alamat sumber rujukan yang ditulis miring, diakhiri 
dengan tanggal, bulan, tahun dan jam diskusi kapan diakses.

H. Karya yang dikutip berasal dari internet berupa e-mail pribadi, diawali dengan 
nama pengirim, disertai alamat e-mail pengirim yang ditulis miring, topik 
bahasan ditulis tegak dalam tanda kutip, nama yang dikirim disertai alamat e-
mail yang dikirim yang ditulis miring, diakhiri dengan tanggal, bulan, dan tahun 
pengiriman.

I. Karya yang dikutip berasal dari compact disk (CD) program, nama penulis ditulis 
paling depan, diikuti judul buku, diakhiri dengan nama CD program serta nomor 
edisi.

Note : Artikel ini penulis buat dengan mengutip dari beberapa sumber (ada yang dikutip sebagian dan ada yang dikutip secara penuh). *sumber sudah dicantumkan dibawah.

SUMBER PUSTAKA

Fauzi, dkk. 2018. Panduan Penulisan Skripsi. Buku Panduan. Purwokerto : FTIK IAIN Kerinci.


Komentar