Dasar Dan Etika Penulisan Skripsi

A. Dasar atau Pedoman Penulisan Skripsi
Sistematika Penulisan
1. Format Skripsi
Secara umum skripsi terdiri dari tiga bagian: bagian awal, bagian utama dan 
bagian akhir, yaitu:
Bagian Awal terdiri dari:
a. Sampul
b. Sampul dalam
c. Pernyataan orisinalitas
d. Pengesahan skripsi
e. Abstrak
f. Abstract
g. Penghargaan
h. Daftar Isi
i. Daftar tabel (bila diperlukan)
j. Daftar gambar (bila diperlukan)
k. Daftar lampiran (bila diperlukan)
l. Daftar singkatan (bila diperlukan)
Bagian Utama terdiri dari:
a. Pendahuluan
b. Tinjauan pustaka
c. Metode penelitian
d. Hasil dan pembahasan
e. Kesimpulan dan saran
Bagian Akhir terdiri dari:
a. Daftar pustaka
b. Lampiran
Penjelasan
Bagian Awal
a. Sampul
Halaman ini mengandung informasi mengenai judul skripsi, tulisan skripsi, 
nama lengkap penulis, nomor induk (NIM), lambang universitas, nama program studi, 
fakultas, universitas, nama kota tempat kampus dan tahun penyerahan naskah.
b. Sampul Dalam
Halaman ini berisi judul skripsi, tulisan skripsi, penyataan, nama mahasiswa, 
NIM, logo universitas, nama program studi, nama fakultas, kota dan tahun. Pernyataan yang ditulis adalah: Diajukan untuk melengkapi tugas dan memenuhi syarat mencapai gelar Sarjana
c. Pernyataan Orisinalitas
Halaman ini mengandung informasi mengenai judul skripsi, kategori, 
pernyataan, tempat, bulan serta tahun penerbitan naskah, nama mahasiswa dan NIM. Pernyataan yang harus ditulis oleh mahasiswa adalah: Saya menyatakan bahwa skripsi ini adalah hasil karya sendiri, kecuali beberapa kutipan dan ringkasan yang masing-masing disebutkan sumbernya.
d. Pengesahan Skripsi
Halaman ini berisi pengesahan dari komisi pembimbing yang jumlah orangnya 
disesuaikan dengan strata pendidikan S1. Halaman ini mengandung informasi tentang judul, nama mahasiswa, NIM, program studi, fakultas, tempat, tanggal, bulan serta tahun penerbitan naskah.
e. Abstrak
Abstrak adalah intisari dari penelitian yang memuat tujuan dan sasaran  penelitian, metodologi penelitian, serta hasil yang signifikan serta makna dari temuan. Abstrak disiapkan dalam satu alinea dengan jumlah 200-300 kata. Abstrak dilengkapi dengan 4 sampai 5 kata kunci. Abstrak disiapkan dalam dua bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris pada halaman yang terpisah.
f. Abstract
Abstract berupa terjemahan abstrak dalam bahasa Inggris, ditulis dengan huruf 
italic.
g. Penghargaan
Penghargaan atau ucapan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh 
perorangan atau lembaga dalam menyelesaikan skripsi yang dimaksudkan harus disajikan dalam halaman ini. Mahasiswa dianjurkan menulis ucapan terima kasih tidak terlalu panjang, dan dedikasi tidak dibenarkan untuk dinyatakan.
h. Daftar Isi
Daftar isi berisi mengandung daftar judul bahan yang terdapat dalam karya  ilmiah, yaitu judul-judul bagian-bagian, bab dan subbab yang berkaitan. Judul-judul dan subjudul dari bagian-bagian yang dinyatakan harus sesuai seperti yang terdapat dalam teks. 
i. Daftar Tabel
Pada daftar tabel terdapat nomor tabel, judul tabel disertai nomor halaman.
j. Daftar Gambar
Pada daftar terdapat nomor gambar, judul gambar, dan nomor halaman.
k. Daftar Lampiran
Pada daftar lampiran terdapat nomor lampiran, judul lampiran serta nomor 
halaman.
l. Daftar Singkatan (Bila Diperlukan)
Daftar ini berisi singkatan-singkatan yang digunakan dalam penulisan.

Bagian Utama
Bagian utama skripsi terdiri dari: Pendahuluan; Tinjauan Pustaka; Metode 
Penelitian; Hasil dan Pembahasan; Kesimpulan dan Saran. Bagian utama skripsi ini harus merupakan satu kesatuan yang saling melengkapi mulai dari judul sampai kesimpulan membentuk satu benang merah yang saling terkait dan melengkapi. Hasil penelitian harus dapat menjawab permasalahan, sesuai dengan tujuan dan hipotesis serta tergambarkan dalam abstrak dan kesimpulan.
a. Bab Pendahuluan
Bagian pendahuluan berisikan latar belakang, permasalahan, pembatasan 
masalah (bila diperlukan), hipotesis, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian. Pada 
bagian latar belakang berisikan alasan dan jawaban atas pertanyaan mengapa, kenapa, dan bagaimana penelitian itu perlu untuk dilakukan. Pada bab pendahuluan tidak ada gambar dan jumlah halamannya sebaiknya tidak lebih dari 3 halaman. Gagasan pentingnya penelitian pada latar belakang disusun secara sistematis dan berkaitan erat dengan permasalahan, hipotesis, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian.
b. Bab tinjauan pustaka
Bagian tinjauan pustaka berisikan informasi yang sudah dilaporkan dan sangat erat kaitannya dengan kajian penelitian yang dilakukan terutama sekali berkenaan dengan hasil penelitian. Tinjauan pustaka yang baik biasanya disiapkan setelah menyelesaikan penulisan hasil dan diskusi. Tinjauan pustaka dapat dibuat ke dalam 
beberapa subbab sesuai dengan kebutuhan. Biasanya jumlah halaman tinjauan pustaka maksimal 30% dari seluruh halaman skripsi.
c. Bab metode penelitian
Metode penelitian menjelaskan bagaimana penelitian dilakukan untuk 
mendapatkan hasil sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Metode penelitian harus dijelaskan secara lengkap dan bila mengikuti metode tertentu harus dijelaskan sumbernya, sehingga dapat diulangi oleh orang lain. Dalam bab metode penelitan,waktu dan tempat penelitan dapat ditulis dalam subbab khusus. Jika ingin menjelaskan 
mengenai lokasi penelitian bisa juga dibuat subbab mengenai itu. Penulisan alat dan bahan, tidak perlu ada subbab khusus. Jika ada alat atau bahan khusus yang digunakan, cukup disebutkan dalam tahapan kegiatan penelitian yang dilakukan. Alat dan bahan tertentu yang khusus digunakan harus dijelaskan spesifikasi teknik dan mereknya 
termasuk juga jenis alat bantu yang digunakan dalam analisis data. Cara kerja pada bab metode penelitian dapat dibuat ke dalam beberapa subbab sesuai dengan kebutuhan.
d. Bab hasil dan pembahasan
Bagian hasil dan penelitian berisikan data hasil penelitian yang telah diolah dan 
pembahasan dari hasil penelitian yang diperoleh. Hasil penelitian disajikan secara logis dan berurutan sejalan dengan metodologi yang dilakukan. Hasil penelitian dapat disajikan dalam tabel, gambar, atau dalam narasi. Pada bagian hasil penelitian harus diikuti oleh penjelasan yang cukup tentang hasil yang signifikan dari masing-masing data. Tabel-tabel analisis/pengolahan data ditempatkan pada bagian lampiran dan 
dirujuk di dalam teks. Pembahasan merupakan bagian yang sangat penting dari tulisan. Bagian ini menjelaskan makna data/hasil yang didapat, menjelaskan alasan kenapa suatu data/hasil demikian, dan menjelaskan hasil yang didapat dibandingkan dengan hasil yang 
sebelumnya sudah dilaporkan. Asumsi-asumsi serta penafsiran penulis tentang 
data/hasil sehingga memberikan suatu makna tertentu harus didukung oleh literatur dari sumber pustaka /jurnal terkait. Pembahasan tidak dibuat dalam bentuk subbab khusus, tetapi menyatu dengan penyampaian data hasil penelitian. 
e. Bab kesimpulan dan saran
Bagian kesimpulan disiapkan dalam bentuk poin-poin sesuai dengan hasil 
penelitian dan pembahasan. Untuk merumuskan kesimpulan harus merujuk kepada tujuan penelitian. Bagian saran berisi harapan penulis untuk kelengkapan informasi mengenai tema yang dikaji dan atau harapan penulisan terhadap penggunaan temuan.

Bagian Akhir
Bagian akhir dari skripsi yang terdiri dari: Daftar Pustaka dan Lampiran. Pada 
Daftar Pustaka terdapat semua bahan bacaan yang dirujuk dalam teks, semua bahan bacaan harus disusun menurut abjad nama, yang akan dijelaskan pada bab berikutnya.
Lampiran merupakan dokumen tambahan yang ditambahkan sebagai dokumen 
pendukung skripsi. Lampiran berisi data-data tambahan, surat keterangan atau gambar-gambar yang mendukung data penelitian. Setiap lampiran yang dilampirkan harus dirujuk pada bagian utama tulisan di skripsi.

2. Garis Besar Tata Cara Penulisan Skripsi
Jenis Huruf dan Paragraf
1) Naskah diketik komputer dengan jarak dua spasi, kecuali pada judul tabel dan gambar.
2) Seluruh naskah diketik dengan huruf Times New Roman berukuran 12 poin, kecuali judul pada sampul depan dan sampul dalam, dan informasi/data dalam tabel boleh berbeda.
3) Istilah-istilah asing ditulis dengan huruf miring (italic).
4) Nama botani ditulis sesuai dengan peraturan penulisan yang berlaku, yaitu dengan huruf miring (italic). 
5) Pembentukan paragraf memakai sistem indentasi (first line) dengan menggunakan default tab (1,27 cm) dari tepi kiri.
6) Paragraf diatur sejajar rata kiri dan kanan (justify).
Batas Tepi Halaman Naskah
Jenis kertas HVS putih 70 gram dengan ukuran A4 (21 x 29,7 cm). Batas-batas 
pengetikan naskah yang diukur dari tepi kertas, diatur dengan ukuran jarak sebagai berikut:
1) Tepi atas : 3 cm,
2) Tepi bawah : 3 cm,
3) Tepi kiri : 4 cm, dan
4) Tepi kanan : 3 cm,
Pengisian Ruang Halaman
Ruang yang terdapat dalam halaman naskah harus diisi penuh, artinya pengetikan harus dimulai dari batas tepi kiri sampai batas tepi kanan. Usahakan untuk tidak menyisakan banyak ruang kosong, kecuali kalau akan memulai bab baru, alinea baru, tabel, gambar, persamaan, atau hal khusus lainnya. Pengisian halaman naskah hanya dilakukan pada satu sisi kertas saja.
Penomoran Halaman
1) Nomor halaman dari halaman “Persyaratan” sampai dengan halaman “daftar Lampiran” menggunakan angka romawi kecil (i, ii, iii, iv, v, dan seterusnya) dan diletakkan di tengah bagian bawah halaman.
2) Penomoran halaman di luar halaman yang disebutkan pada butir satu, dilakukan dengan menggunakan angka arab (1, 2, 3, dan seterusnya) dan diletakkan di sudut kanan atas halaman. Kecuali pada halaman dimulainya suatu bab baru, maka nomor halaman diletakkan  ditengah bagian bawah halaman bab baru tersebut.

Judul Bab, Judul Subbab, Judul Anak Subbab, dan Lain-lain
1) Judul bab harus selalu ditulis pada awal halaman baru. Penulisan judul bab dengan menggunakan huruf kapital seluruhnya, tanpa kata BAB dan tanpa diakhiri titik, dicetak tebal, dan diletakkan di tengah halaman antara marjin kiri dan kanan. Nomor bab ditulis dengan angka romawi besar (I, II, III, IV, dan seterusnya) diikuti dengan tanda titik (.) dan dilanjutkan dengan teks judul.
2) Judul subbab ditulis mulai dari tepi kiri, dicetak tebal dengan poin sama dengan judul bab, hanya huruf awal tiap kata yang kapital, kecuali kata sambung, kata depan, dan tanpa huruf kapital (di, ke, dari, yang, pada, bagi, untuk, dan lain-lain). Nomor subbab ditulis dengan angka arab (1.1, 2.1, 3.1, 4.1, 5.1, dan seterusnya) tanpa diikuti dengan tanda titik (.) dan dilanjutkan dengan teks judul. Kalimat pertama sesudah judul subbab dimulai dengan alinea baru.
3) Penulisan judul anak subbab bila diperlukan, juga dimulai sejajar tepi kiri, dicetak tebal dengan poin sama dengan judul subbab, hanya huruf awal kata yang kapital, kecuali kata sambung, kata depan, tanpa huruf kapital (di, ke, dari, yang, pada, bagi, untuk, dan lain-lain). Nomor anak subbab ditulis dengan angka arab (1.1.1, 2.1.1, 3.1.1, dan seterusnya) tanpa diikuti dengan tanda titik (.) dan dilanjutkan dengan teks judul. Kalimat pertama 
sesudah judul anak subbab dimulai dengan alinea baru.
4) Penulisan judul anak dari anak subbab bila sangat diperlukan, juga dimulai sejajar tepi kiri, ditulis biasa (regular font) dengan poin sama dengan judul anak subbab, hanya huruf pertama yang kapital. Nomor anak-anak subbab ditulis dengan menggunakan angka arab (1.1.1.1, 2.1.1.1, 3.1.1.1, dan seterusnya) tanpa diikuti dengan tanda titik (.) dan dilanjutkan 
dengan teks judul. Kalimat pertama sesudah judul anak subbab dimulai dengan alinea baru.
Rincian ke Bawah
Jika dalam penulisan naskah terdapat perincian yang harus disusun ke bawah, maka dapat digunakan urutan dengan angka (1., 2., 3., dan seterusnya) atau huruf (a., b., c., dan seterusnya) yang sesuai dengan derajat rincian. Tidak dibenarkan menggunakan tanda garis penghubung (-) atau tanda simbol lainnya.
Angka dan Satuan
Ketentuan penggunaan angka untuk penulisan lambang bilangan adalah sebagai berikut:
1) Lambang bilangan atau angka digunakan apabila lebih dari satu digit, terutama yang diikuti dengan satuan ukuran (10 cm, 28 kg, 12 jam), atau untuk menuliskan tanggal, waktu, persen, dan nomor halaman (10 Mei 1996, pukul 2.30, 23%). Tetapi, untuk penulisan serangkaian 
bilangan, gunakan lambang angka (2, 4, 6, dan 8 MST).
2) Untuk bilangan yang sangat besar, sebagian dapat diganti dengan kata (contoh: 14 juta dapat menggantikan 14.000.000), terutama pernyataan yang tidak berurutan atau perhitungan. 
Tambahan imbuhan seperti mega, kilo, micro, mili, dan sebagainya dapat dipergunakan.
3) Untuk menyatakan desimal gunakan tanda koma (,), contohnya: 2,50 cm). Ribuan dan kelipatannya dituliskan dengan pemberian tanda titik (.), contohnya: 3.000 dan 7.000.000.
4) Penggunaan angka pada awal kalimat perlu dihindari. Angka tidak diperkenankan dipenggal pada marjin kanan, seperti 100.000 ditulis utuh bukan 100 dipenggal lalu ditulis .000.
5) Penulisan angka dalam tabel pada kolom yang sama untuk baris yang berbeda tidak diperkenankan mengunakan perintah ’ketik di tengah’ (centered), akan tetapi harus mengikuti kaidah urutan tempat ribuan, ratusan, puluhan, satuan, dan seterusnya.
6) Penggunaan satuan sebaiknya diseragamkan, sebagai contoh: jangan mencampur aduk penggunaan meter, inci, sentimeter, milimeter. Begitu juga penggunaan satuan masa seperti 
pound, gram, kilogram; satuan luas seperti patok, are, tombak, dan sebagainya. Apabila tidak ada maksud khusus sebaiknya gunakan sistem cgs (centimeter – gram – seconds, atau sentimeter – gram – detik) dan MKS (meter – kilogram – seconds, atau meter – kilogram –detik) untuk menyatakan satuan panjang, bobot dan waktu. Penggunaan singkatan BST 
(bulan setelah tanam), MST (minggu setelah tanam), HST (hari setelah tanam), DBK (Desa Budaya Kertalangu), UMR (Upah Minimum Regional), dan sebagainya diperkenankan asal konsisten dan diberi keterangan jelas.
Satuan sistem metrik yang digunakan adalah meter untuk linier, are atau meter persegi untuk ukuran luas, liter untuk volume dan gram untuk bobot. Ukuran yang lebih besar atau lebih kecil dari satuan tersebut di atas diberi imbuhan seperti tera (T), giga (G), mega (M), kilo (k), mikro (µ), piko (ρ), dan seterusnya.

Pemilihan Kata dan Penyusunan kalimat
Pilih kata-kata yang digunakan yang memiliki arti tepat, jelas, sederhana, dan hemat (misal suhu vs temperatur). Sebaiknya dihindari penggunaan kata-kata yang mempunyai arti ganda. Untuk kata yang mempunyai sinonim, pilih kata yang paling mendekati konteks bahasan.
Setiap kalimat diusahakan merupakan kalimat yang mengandung subjek, predikat, dan objek. Penggunaan kata sehingga, karena, untuk, di, ke, dari, yang, dan kata penghubung lainnya pada awal kalimat tidak diperkenankan. Kalimat yang hemat, sederhana tetapi jelas akan 
menghemat waktu pembimbing sewaktu membaca dan mengoreksi. Kalimat yang hemat akan mempertajam tulisan dan menghindari bias.
Jika sudah selesai menulis draft naskah, sebaiknya naskah dibaca kembali, dikoreksi, dipersingkat, atau disempurnakan jika ada hal-hal baru yang perlu ditambahkan. Kalimat dan kata-kata yang tidak perlu sebaiknya tidak digunakan. Sebelum draft diserahkan pada pembimbing, lebih baik diendapkan beberapa saat untuk dikaji kembali ‘apakah seperti itu gagasan yang ingin disampaikan’.

Tanda Baca dan Singkatan
Penjelasan selengkapnya mengenai tanda baca (pungtuasi) dan singkatan dapat merujuk Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan (EYD). Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan adalah penggunaan tanda titik, koma, titik koma, konsistensi istilah, pemenggalan kata, penggunaan kata serapan, singkatan, dan tata letak.
Setelah tanda titik, titik koma, dan koma diluangkan satu ketuk (satu space bar) kosong. Tanda ‘apostrop’ digunakan untuk menandai kalimat yang maknanya dibedakan, seperti halnya italic (cetak miring). Kata-kata bukan bahasa Indonesia (et al.; i.e.; e.g.; dan viz) dan nama latin (Citrus sinensis L.; Gardenia indica.; Lagerstroemia indica) ditulis italic.
Konsistensi istilah dipertahankan sejak awal hingga akhir tulisan, misalnya istilah 
fotosintesis jangan dicampur lagi dengan istilah fotosintesa, komoditas dengan komoditi, dan sebagainya. Kata-kata serapan yang dipergunakan adalah yang sudah baku, kecuali apabila memang belum ada terjemahan secara resmi, dapat digunakan bahasa aslinya dan teks tersebut ditulis dengan huruf italic. Semua kosa kata asing atau daerah yang telah ada padanan kata bahasa Indonesianya harus ditulis dalam kata Indonesia. Jadikanlah Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagai pedoman.
Pemenggalan kata dilakukan sesuai dengan kata dasar dan suku kata. Pemenggalan kata pada kalimat yang berganti ke halaman baru tidak diperkenankan, lebih baik kata dibiarkan utuh. Pemotongan kata otomatis yang dilakukan oleh komputer dirancang untuk memisahkan kata-kata bahasa Inggris, sehingga seringkali tidak sesuai untuk bahasa Indonesia. Oleh karena itu, tidak disarankan menggunakan hypenation-automatic, tetapi lebih sesuai menggunakan hypenation-manual. Pada akhir halaman tidak boleh ada hanya satu baris alinea baru, dan pada awal halaman tidak boleh ada satu baris sisa alinea dari halaman sebelumnya. 
Penggunaan singkatan dilakukan dengan ketentuan berikut:
1) Singkatan (seperti yad., dsb., yg, dan sebagainya) tidak boleh digunakan.
2) Singkatan menyatakan ukuran (meter: m, gram: g, dan mili liter: ml) digunakan sesudah angka (misalnya 10 m, 32 kg, dan sebagainya). Akan tetapi, singkatan tersebut tidak boleh digunakan apabila berdiri sendiri seperti ‘parameter tinggi diukur dalam meter’ (bukan m saja), harus ditulis lengkap (meter, gram, dan sebagainya).
3) Semua singkatan boleh digunakan apabila sudah ada keterangan sebelumnya, misalnya Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), selanjutnya dapat ditulis KSPN saja.
4) Nama genus dapat disingkat pada penulisan berikutnya, misalnya Delonix regia(Flamboyan) pada penulisan berikutnya dapat ditulis D. regia.
5) Singkatan dapat digunakan dalam tabel, grafik, gambar, dan peta. Singkatan yang tidak lazim digunakan atau terlalu spesifik sebaiknya diberi keterangan, terutama apabila definisinya terlalu panjang.
6) Khusus penulisan istilah yang dimulai dengan huruf non kapital, pada awal kalimat dapat dipergunakan istilah lainnya, atau usahakan tidak berada pada awal kalimat. Misalnya, pH dapat diganti dengan derajat kemasaman, mM diganti dengan mili molar, ppm diganti dengan sepersejuta, dan sebagainya.
7) Hindari point (6) pada awal kalimat atau awal alinia.
B. Etika Penulisan Karya Ilmiah (Skripsi,dll)

Dalam penulisan karya ilmiah, penulis harus secara jujur menyebutkan rujukan terhadap bahan atau pikiran yang diambil dari sumber lain. Pemakain bahan atau pikiran dari suatu sumber atau orang lain yang tidak disertai rujukan dapat didentik dengan pencurian. Penulis karya ilmiah harus menghindarkan diri dari tindakan kecurangan yang lazim disebut dengan 
plagiat. Plagiat merupakan tindakan kecurangan  yang berupa pengambilan tulisan atau pemikiran orang lain yang diakui sebagai hasil tulisan atau pemikiran sendiri. Oleh sebab itu, penulis skiripsi dan tesis wajib membuat dan mencantumkan pernyataan dalam skiripsi, tesis atau 
disertasinya bahwa karyanya itu bukan merupakan pengambilan tulisan atau 
pemikiran orang lain.

Tujuan Etika Karya Ilmiah
Tujuan dari etika karya ilmiah antara lain:
1. Menjamin akurasi temuan penelitian dan pengembangan ilmu 
pengetahuan.
2. Untuk melindungi haki peneliti.
3. Untuk melindungi objek peneliti dari pemalsuan dan kerusakan.
4. Menjaga reputasi ilmuwan.
5. Menegakkan etika moral dalam berperilaku.

Fungsi Etika Karya Ilmiah
Etika karya ilmiah memiliki fungsi antara lain:
1. Sebagai bagian sistem iptek yang menentukan kemajuan ilmu 
pengetahuan.
2. Memelihara hati nurani diri peneliti dengan berpegang pada moralitas 
peneliti.
3. Mengawal penghormatan pada nilai-nilai etika dalam penelitian.
4. Membangun iklim penelitian yang sehat, kuat dan bermartabat.

Etika Penulisan Karya Ilmiah
Etika penulisan adalah hal yang lebih dari pada masalah teknis penulisan itu sendiri. Ia sudah bicara tentang apa yang seharusnya dilakukan dan yang 
tidak. Seseorang secara teknis, boleh telah menulis dengan cara yang benar, namun tetap ada resiko melanggar etika penulisan ilmiah. Etika lebih menyentuh hati daripada nalar pikiran.

1. Kejujuran
2. Objektivitas
3. Integritas
4. Ketelitian
5. Keterbukaan
6. Penghargaa terhadap HAKI
7. Penghargaan terhadap kerahasiaan (Responden)
8. Publikasi yang Terpercaya
9. Pembinaan yang Konstruktif
10. Penghargaan terhadap Kolega/Rekan Kerja
11. Tanggung Jawab Sosial
12. Tidak Melakukan Diskriminasi
13. Kompetensi
14. Legalitas

ASPEK ETIKA DALAM KOMPONEN
KARANGAN ILMIAH
1. Judul Karangan
2. Isi Tulisan
3. Penulis
4. Publikasi Tulisan

Pelanggaran Etika Publikasi Karya Ilmiah
1. Research Fraud: Fabrikasi dan Falsifikasi Data
2. Memanfaatkan Data/Informasi Bukan dari Sumber Asal
3. Salami Slicing
4. Pelanggaran Hak Kepenulisan, Kepemilikan dan Ucapan Terimakasih
5. Publikasi Ganda
6. Konflik Kepentingan
7. Plagiarisme
8. Dll

Note : Artikel ini penulis buat dengan mengutip dari beberapa sumber (ada yang dikutip sebagian dan ada yang dikutip secara penuh). *sumber sudah dicantumkan dibawah.

SUMBER PUSTAKA
Anonym. 2016. Pedoman Penulisan Skripsi. Denpasar : Univ. Udayana.

Handiyani, Hanny. Etika Penulisan Karya Ilmiah Keperawatan. Lembar Metodologi. Jakarta : FIK-UI.

Putra, Purnomo , dkk. 2017. Etika Karya Ilmiah. Makalah Bahasa Indonesia. Jakarta : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Sebayang, Kerista, dkk. 2017. Pedoman Penulisan Skripsi. Medan : USU.



Komentar